Pemuda Ini Baru Tanam Durian Sudah Jadi Jutawan

Balikpapan, 28 Februari 2018 · oleh Sigit Purwanto

Hamparan kebun di perbukitan Balikpapan dengan tiang-tiang buah naga

Berat, sangat berat ,berat, berat !!!. Begitu Aswin mengulang kata ketika saya bertanya bagaimana rasanya menjadi pekebun durian.

Pertanyaan saya malah di balas dengan pertanyaan.

“Durian menghasilkan tahun berapa ? kata Aswin

“4 atau 5 tahun” kata Saya

“Nah ngapain selama 5 tahun..?!!!. Biaya perawatan, penyemprotan obat – obatan, tenaga kerja, belum angka kematian pohon. Jadi siapa yang akan bertahan selama 5 tahun. Tahun pertama semangat menanam. Tahun kedua mulai Mengeluarkan biaya . Tahun ketiga biaya sudah mulai empot- empotan. Tahun ke empat sudah bosan, durian belum berbuah. Tahun kelima….titik-titik ?!!!!!!

Dari sebuah bukit, 1000 pohon durian tak terlihat . Yang nampak hanya untain pohon naga yang berserak seperti paku payung. 3 rumah di tengah kebun mengkerdil mirip bungkus korek api. Dari ketinggian Semua terlihat indah. kultur tanahnya berbukit dengan ngarai ngari kecil dibatasi hutan belantara di tepinya.

“Mana kebunmu mbah” kata saya

“Lah itu, itu dan itu” kata Aswin sambil menunjuk setengah lingkaran mata angin. “Batasnya hutan itulah” kata dia santai. Mata saya terbelalak tak percaya, Batas hutan adalah jarak horison saya, luas sekali kebun pemuda ini.

“Luasnya 20 hektar tanam 2.000 durian sekarang baru tanam setengahnya. Dari bawah baru terlihat pohon durianya, ayuk turun” kata sambil berlari kecil menuruni bukit.

Pria bersepeda motor melintasi jalan setapak kebun

.Dari bukit , saya menuruni ngarai yang di tanami jambu air. Di selanya kayu besar menghitam, Panjang seperti ular raksasa. “Ini kenang kenangan, dulu awal buka kebun, pohonya ya sebesar ini, setahunlah saya buka. 2016 baru mulai tanam, kata Aswin

“Serius ente buka sendiri kata saya tak percaya, 20 hektar itu luuuuuas Win . Bukanya saya tak percaya, saya kenal dekat dengan pemuda yang bernama mohammad Aswin Hardian. Dulu kami sempat satu sekolah di Ponorogo. Puluhan tahun kami berpisah. Saya melanjutkan ke Bandung, ia terbang sekolah di Al azhar Mesir. Kalau pulang bikin kebun kurma, mungkin ndak meleset amat lah, tapi kalau buka lahan kalimantan, ini hutan loh bukan padang pasir, saya kurang yakin.

Tiga pria berdiri di atas batang kayu besar yang tumbang

“Ndak percaya” tanya pak Farid nih dia saksinya

“Dulu hutan full” kata pak Farid. Km 10 itu masih kota Balikpapan, naik keatas sampe sini itu dulu masih hutan.

“Saya itu bikin bedeng . 1,5 tahun tidur disitu, ndak ada kasur ndak ada listrik. Temanya babi hutan. Jadi memang berkebun di Kalimantan itu tantanganya luar biasa. Kata Aswin mengenang masa awal buka lahan.

Sungai kecil membelah kebun, dibantaranya ratusan pohon jambu Kristal setinggi 2 meteran menutup pemandangan. Di selanya-selanya pohon durian setinggi 3 meter terlihat dominan.

“Itu duren, duren duren”kata Aswin sambil menunjuk pohon durianya. Kita tanam durian itu di sela sela jambu. Jadi katakanlah jarang tanam jambu 2,5 m x 3,5 . Tanam durenya paling tidak 3,5 m x 4 m atau 3,5 x 3.

Ketika saya datang, akhir bulan Februari, musim jambu kristal di kebun Aswin sudah usai. Belasan kertas dan plastik pembungkus terlihat kosong namun bunga mulai bermekaran

Pria bersepeda motor berbincang di antara pohon jambu kristal

“Bulan ini vase vagetatif perawatan untuk memuculkan buah baru lagi nanti panen lagi bualan Maret. Walau habis panen jambu ini masih produksi seminggu sekali panen 100 kg . Nah kemaren Desember dan Januari kita panen raya sekitar 9 ton. Dan nanti bulan maret kita panen lagi, intinya setiap 3 bulan sekali panen raya katanya Aswin.

Dengan harga 1 kilo 20 ribu saja saya kira hasil dari Jambu kristal lebih dari cukup untuk membiayai operasional kebun durian 20 hektar ini .

“Saya batasi modal 1 atau 2 tahun. Setelah itu kebun harus mandiri. Loh Berkebun duren itu paling tidak di butuhkan 4 sampe 5 tahun baru menghasilkan. Nah selama 4 atau 5 tahun bukan dari kita terus yang keluarkan uang untuk operasional kebun durian, kita butuh penompang. Jadi selama 4 atau 5 tahun sampe durian bisa berproduksi kita bisa menghasilkan jambu kristal. Jambu kristal inilah yang akan menompang semua kebutuhan operasional kebun termasu durian. Kedepan kalau durian sudah berbuah, jambu kristal kita kurangi populasinya” Begitu kata aswin sambil memetik jambu kristal

Pria memegang jambu kristal di kebun

“Coba ki rasake jambu kristal Hasil tanah kalimantan. Sambil menyodorkan jambu sebesar 2 kepalan tanggan. Intesitas matahri lebih panjang, buah jadi lebih manis, curah air tidak terlalu banyak buat jadi lebih padat kandungan air lebih rendah daya tahan lebih lama, penyusutan buahpun tidak terlalu besar dan aku sudah nyoba durian varietas sama dari tanah jawa dan kalimantan rasanya jauuh lebih enak yang di tanam di Kalimantan makanya aku pilih pulau kalimantan untuk berkebun . Yang penting itu harganya, di petani jambu kristal ini harga 20 hingga 22 perkg jauh lebih mahal di banding pulau Jawa. Kata aswin terseyum

Aswin memang tak membual Jambu kristal dari kebunnya besar sempurna. Dagingnya renyah dan sangat manis. Susah mencari size dan rasa seperti ini di Jakarta.

Jalan becek berair tak Aswin hiruakan di sela pohon jambu Aswin tengadah menatap pohon durian setinggi hampir 3 meter

Pemuda bertopi merah berdiri di bawah pohon durian muda

“Ini durian Musangkin umur 3 tahun kurang lebih kata Aswin

“Untuk memberi ruang gerak durian. Tanaman jambu yang besar dan tinggi kita cangkok , nanti hasilnya kita tanamam di tempat lain. Sekarang sudah tanam sekitar 1.000 pohon durian dengan usia 1 hingga 3 tahun. Yang jelas yang kita tanam itu durian yang sudah punya nama. Kita bicara pasar dan hasil. Kita tidak cari nama gengsi atau popularitas. Bukan berarti juga saya bermain aman, tidak juga, kita realitis bukan idealis. Realitis aja. Terbesar yang kita tanam yang adabtasi bagus kaya Musangking , Monthong Oren atau Bawor, Ochee setelah itu baru durian unggulan yang secara pasar belum terbranding tapi secara rasa punya.

“Kenapa bikin kebun durian Win, bukanya beresiko” kata saya .

“Resiko besar berbading lurus dengan harapan yang besar kata Aswin kalem. Kalau berhasil boleh dikata jadi Raja Durian karena impact hasil lebih dari pada yang lain. Tapi pertarungan ndak mudah tapi disitu tantangannya. Yang penting terkonsep Jadi kalau bicara petani serius yah semuanya sesuai dengan planning. Kebun ini mesti sudah terplaning tetap saja ada yang salah. Ndak percaya kita keatas ke kebun Naga.” Kata Aswin sambil berlalu.

Beberapa meter berjalan, rimbun pohon Jambu sudah berganti dengan ratusan pohon Naga. Keadananya cukup memperhatikan. Setiap ruas pohon Naga terlihat menguning. 5 hektar di biarkan mangkrak. Padahal di tahun pertama kebun buah naga ini menghasilkan 5 hingga 6 ton permusim. Bila satu kilo 10.000 ribu saja . hitung sendiri berapa kerugian Aswin.

“orang berkonsep pun masih menemukan kendala bahkan kegagalan tapi namanya petani indonesia harus punya plan A, B dan C saat kita tanam varietas gagal kita sudah yang lain yang bisa andalkan. Kita endingnya berkebun durian tapi kita tidak bisa bicara sekarang durian masanya nanti 2 atau 3 tahun lagi .

“Nah buah naga ini penompang pertama kebun durian, karena paling mudah dibuahkan paling mudah perawatan. kita tamcep aja berbuah tapi kita sadar, buah naga gampang terserang virus jadi kita cari pendukung yang lain, pendukungnya apa, ya jambu kristal”.

Pemuda berjalan di jalan setapak kebun buah naga

“Ini contonya naga rusak dari pada di bongkar butuh tenaga kita biarkan dulu sampai virusnya hilang tapi di selanya sudah kita tanamin jambu. Setahun naga enggak bsembuh minimal jambu sudah berbuah”. Kata Aswin Kalem seperti tak ada masalah.

Puluhan tahun tak bertemu saya jadi heran, Entah dari mana bocah ini belajar ilmu pertanian, Abu Nawas pun di 1001 malam tak pernah berkisah tentang menanam durian. Jin Mesir saya kira juga kewalahan mengelola 20 hektar Tapi bocah ini sukses mengeola 20 hektar dan tinggal nunggu 2 tahun lagi kebun duriannya terwujud.

Potongan batang kayu tergeletak di dekat pohon durian muda

“Yang dibutuhkan untuk operasional sekitar 25 jutaan perbulan dan itu terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pohon. Semakin besar pohon semakin besar kebutuhan pupuknya semakin besar perawatannya ada penambahan tenaga kerja otomatis semakin naik . semoga bisa diimbangi dengan semakin naiknya tingkat produksi buah pendukungnya” kata Aswin.

2 tahun lagi, dengan buah pendukung saja sudah ketakar berapa hasilnya. Apalagi nanti setengah saja dari seribu durian berbuah. Beeeeuhh.. Raja minyak Balikpapan pun minder .

“Ya nanti 80 persen akan berubah menjadi kebun durian sisanya buah buah pendukung endingnya kita bicara kebun durian tapi saya belum bisa bicara sekarang karena durian belum ada” kata dia merendah.

“Konsepnya selain produksi buah kita meyediakn kebun untuk orang berburu durian jatuhan, semacam Argo durian. kita kasih fasilitas jalan di kebun dan penginapan dari kayu, jadi benar- benar alami. Kata dia menutup pembicaraan sambil mengajak saya kerumah kayu untuk makan siang.

Sambil makan siang, saya kok agak minder kalau nanti teman karib saya yang sedang makan nasi bungkus ini jadi Milyader Durian. Ckckckckckckc..Aswin, Aswin Mumtaz Ente..Baru tanam Durian saja sudah jadi jutawan apalagi kalau sudah berbuah…

Balikpapan 28 Februari 2018