Ekspresi YO (Kiper Mitra Kukar) Pertama Coba Duria Asli Kalimantan
oleh Sigit Purwanto
Karena bentuk yang sangat mirip hingga kini banyak yang menganggap Lay Dan Karentongan adalah Durian padahal berbeda. Lebih tepatnya dua jenis ini adalah kerabat durian karena masih satu marga Durio. Ada sekitar 27-30 spesies anggota marga ini, sejauh ini diketahui sembilan spesies yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Yang paling terkenal yang biasa kita makan adalah spesies Durio zibethinus kita menyebutnya Durian tanpa embel embel lain. Sedangkan lay buah asli Kalimantan ini adalah spesies Durio kutejensis jadi berbeda dari Durian yang biasa kita makan Lacurnya sejak dulu kita mengangap Lay adala durian, sampe-sampe kita punya nama baru untuk menyebut buah asli dari Pulau Kalimantan ini. Durian lay begitu kata orang – orang. lebih parahnya lagi kita sering mencompare rasa antara dua jenis buah ini.
Hasilnya Lay selalu jadi bahan bullian dan sering disebut Durian rasa singkong. Apa salah Lay. Sejak 2006 saya berkali kali makan lay di Jawa, meski masih di perdebatan apakah yang di kembangkan di pulau Jawa itu Lay atau Spesies Mandong. Kesan pertama memang rasanya seperti singkong, berpati dan aroma langu sangat mengangu. Pokoknya ndak enak. Saya sampe berlidah miring ngatain pemerintah yang mau-maunya sertifikasi kerabat durian ini. Persepsi saya berubah ketika menikmati lay yang sudah di peram selama 3 hari. Meski tidak krimi dan masih berpati rasanya jauh berbeda.
Rasanya manis dan ada sedikit pahit ada bau-bau durianya. Teryata dengan cara makan yang tepat Lay cukup enak untuk dimakan. “Jangan bandingkan Lay dengan durian. Lay pasti tenggelam kalau di bandingkan dengan durian, lay punya pasar sendiri,Lay punya pasar sendiri, Singapura, Cina dan Korea itu pasar terbesar lay”. kata Agus Priyono peneliti Lay dari Kalimantan Timur yang saya temui di rumahnya. Untuk membuktikan teori pak Agus, kebetulan saya punya teman asli Korea yang suka makan durian namun belum pernah makan Lay. Akhir februari ini saya ajak mantan kiper Persipura ini makan Lay dan Karentongan. Reaksinya luar biasa, dia sangat suka dan excited dengan dua kerabat durian ini. Jadi semuanya ada makomnya ada tempatnya, Lay yang selama ini saya anggap “apalah” teryata punya pasar besar yang belum di garap. Sekarang kalau saya inget waktu ngatain Lay mirip singkong jadi malu sendiri.
