Ghirah Durian Di Gunung Kidul
oleh Sigit Purwanto
"Benjolanya dimana suster dipunggung pak, anaknya kurus apa gendut"
Saya bukan sedang di rumah sakit, sore ini saya dirumah dokter bedah digunung kidul.
“Ok nanti operasinya jam 8 malam yah”.
Sejak saya berburu durian di Sumatera Barat saya jadi begitu kecanduan dengan si raja buah ini. Dimanapun saya berada, nek bisa saya ampiri orang orang yang punya ghirah pada durian.
Saya begitu gembira ketika samar samar saya dengar dari percakapan di telepon operasinya jam 8 malam. Artinya saya punya waktu paling tidak 2 jam dengan dokter super sibuk ini.
Rumah joglo kudusan milik dokter Bintang Berlian terlihat asri dengan 3 pohon durian yang sudah berusia diatas 5 tahun. Ada pohon durian montong hijau di sebelah kanan, 1pohon bawor masmuar D 168 di sebelah kiri rumahnya.
Montong hijau dan bawor sudah pernah berbuah sedangkan D 168 tahun kemaren sudah sempat berbunga namun ia protoli karena menurutnya batang tubuhnya masih terlalu kecil.
Di gunung kidul mungkin dia yang pertama kali tanam durian unggul. beberapa tahun yang silam ia pernah tanam durian montong disebelah rumahnya dah berbuah. 25 buah sebesar kepala “Gandul” dipohonyaa. Kontan pohon duriannya langsung ngehit jadi ajang selfi warga Semanu Gunung Kidul.
Namun entah kenapa selepas berbuah, daun pohon duriannya mulai menguning. 2 bulan kemudian pohon duriannya pun mati.

Sedih dan kecewa namun tak membuatnya berputus asa. Beberapa bulan kemudian ia mulai menanam kembali pohon durian. Tak cuma satu, pelan pelan hinga tahun 2012 beliau sudah menanam lebih dari 30 pohon durian.
Tahun kamaren durian montong hijaunya berbuah " guadenya mas sebesar kepala, dagingnya juga uenak.,” temen temennya sampe berebut ngantri manen duriannya.” “.kuning kaya di foto foto di internet’. katanya sumriangah. Namun badai kembali menerpa pohon duriannya. Entah kenapa pohon durian terserang virus. Batang pohonya busuk berair..
Meski ahli tentang anatomi manusia dokter bedah ini mengaku kosong bila ngomongin pohon durian. Laiknya penghobis. Iya hanya tanam. Pupuk dan berdoa 5 tahun lagi kalau beruntung bisa panen. Ia pun glagepan saat pohon durianya diserang penyakit.
Beruntung Dunia sudah berubah, teknologi seperti masiah menjawab kelu kesah penghobi durian. Mak jleg datang seorang dukun durian yang ia kenal dari group WA kerumahnya. sedikit kir dengan cuma melihat fisik durian. Mak tretep keluar resep obat yang bisa di beli di toko pertaniaan. Saya sih kebayang serunya obroloan dukun durian dan dokter bedah yang secara scenties kagak nyambung tapi klop membahas durian. Nek aku disitu tak tadahi biar ilmunya enggak ilang.
Pengarin sangat penting buat pohon durian kata dokter berlian menirukan petuah dari dukun durian. Ndak boleh air menggenang di bawah pokoknya nanti akar mengalami pembusukan.

‘Dolat-dulit” pohon diobatin, entah dukunya yang ampuh atau obatnya yang jos. Dalam seminggu luka basah pokok durian mengering dan tak perlu diamputasi. Pohon durian ini kind sehat kembali.
Dari rumahnya, dengan motor saya diajak main kekebunnya yang terletak 500 m dari rumahnya. Kalau lihat lahanya Dokter ini kelihatan sangat serius mengembangkan durian di Gunung Kidul. Sekitar 30 lebih tanaman durian intruduksi ia tanam diatas seluas s1900 m. Ditengahnya ada kanal kanal kecil untuk mencegah air hujan menggenang. Disetiap pohon satu kran air siap mengaliri air. Air memang menjadi masalah paling penting bagi tanaman durian di Gunung Kidul, tanpa memenej air dengan baik musim kering yang bisa sampe 4 bulan bisa membunuh pochon durian.
Ditanam 2012. Tanaman durian terlihat sangat sehat dengan ketingian antara 5 hingga 7 meter. dr. Bintangpun sudah menyiapkan pintu lebar dirumahnya sebagai stasiun pandang saat duriannya berbuah nanti.
Saat ini dibantu mas tatang “sicupid durian” sedang dicoba untuk berbuah, harapannya tahun depan bisa panen. Buat dr. Berlian memanen durian menjadi penting bukan untuk memuaskan hasrat pribadianya tapi sebagai contoh buat masyrakat sekitar bahwa durian bisa tumbuh subur dan berbuah di gunung kidul. Kelak 10 tahun lagi dr berlian bermimpi daerahnya menjadi pusat durian dan dengan durian ekonomi masyarakat disekitarnya rumahnya bisa terangkat.
saya sis bermimpi tahún depan duduk di stasiun padang sambal berharap di bagi panen durianya .Salut buat dr. Bintang.
