Berburu Durian Tembaga
oleh Sigit Purwanto

Dipercaya sebagai pusat penyebaran durian tak perlu ragu tentang variasi buah durian di indonesia. Di setiap tempat dari Sabang sampe Merauke menawarkan beragam durian dengan beragam rasa dan bentuk, namun untuk mendapatkan durian terbaik anda harus mengeplorasi lebih karena konon durian terabaik ketika panen tak pernah sampe ke pasar karena sudah ludes duluan di kebun.
5 hari sudah saya berburu durian di sumatera barat, meski terkagum kagum dengan kualitas duriannya, saya belum menemukan kualitas durian yang istimewa.puas mengexporasi duriian di daerah Bukit Tinggi, mobil saya pacu ke arah barat tepatnya ke daerah Sungay Tarab Kabupaten Tanah Datar. Desas desusnya di daerah ini terdapat durian istimewa namanya durian tembaga .
Beruntung pagi ini saya ditemani Panca Jarot Santoso pakar dan peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat. Ia sudah malangn melintang mengexplorasi durian unggulan di Sumatera Barat.
Sampe di Sungay Tarab lapak lapak durian berderet seperti kereta api menjajakan buah durian. Mata kami beradu dengan papan sederhana berwarna hijau dengan tulisan "durian tembago"
"ini warnanya menarik kuning kental, daging tebal dengan biji yang tipis dan durian yang paling di cari adalah rasa, durian tembaga ini rasanya manis, gurih, pulen dan ada sedikit pahitnya, istimewalah kata beliau mantap.tak diyana Doktor durian ini pandai sekali menjabarkan rasa durian Bondan Winarno mah lewat kata saya
Lapak kecil ini adalah milik Rahman, ia menjual durian dari 12 pohon durian milik keluarganya, ia memang tak pernah menjual durian ke pasar, durian terbaik sudah habis dipesan, sisanya yang tak terangkut ia jual sendiri di depan rumahnya.
“Pohonya dimana pak” kata Pak Jarot
“Di belakang rumah pak usianya lebih dari 200 tahun” kata Rahman
“Boleh kami lihat” kata pak Jarot Semangat”
“Boleh pak mari saya antar” kata Rahman sambil berlari kecil bergegas
“Di sumatera Durian tembaga sebenarnya banyak sekali ini bermuara dari warna kuning kental asalkan berwarna kuning kental di pasti diberi nama tembaga, tapi ini unik ukurannya kecil ukuran 1,5 kg sampe 2 kg dan sekarang orang lebih suka dengan ukuran seperti ini”. Kata Panca Jarot ketika kami berjalan menembus parak durian milik Rahman
Benar saja pohon durian tembaga milik Rahman memang sangat besar diamternya kira kira 3 lingkar orang dewasa dengan tinggi lebih dari 30 meter. Dalam satu musim durianya mampu berbuah hinggga 2000 ribu buah.
“Kita biasa kalau mencarin duriannyang varietas bagus biasanya pohonnya sudah besar menandakan bahwa dulu sekitar sini banyak tapi sudah di tebang di sisakan yang bagus bagus”. Kata Pak Panca Jarot Santoso
Tak jauh dari pohon durian tembaga berdiri kokoh pohon durian dengan ukuran sama besarnya
“Ini durian pandan ini buahnya” kata Rahman
Tanpa komandon durianpun langsung kami buka, aroma pekat pandan menyeruak ketika durian di belah rasanya sangat krimi manis meleleh di mulut seperti es krim.
“Ini kalau borongan saya jual 20 ribu perbuah yah kalau beli banyak pasti saya kurangin, kalau musim seperti ini banyak yang mesen bahkan setiap minggu saya kirim ke jakarta tapi dikupas di taruh di taperware jadi ndak pernah dijual di pasar” kata Rahaman menambahkan
“Ya begitulah durian kita” kata pak Panca Jarot
“Jumlahnya terbatas banyak durian bagus tapi tidak dikembangkan dalam jumlah besar jadi tahun ini panen belum tentu tahun depan berbeda dengan durian malaysia dan thailand kapanpun beli pasti ada. Durian ini sekarang ada jangankan tahun depan 2 bulan lagi juga belum tentu ada jadi seolah olah tak terexpose. Coba bayangkan kebun kita masih liar dihutan atau kebun dengan luas yah kira kira 70 ribu hektar dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa produksi kita masih sangat kecil di bandingkan thailand yang jumlah penduduknya 60 juta jiwa berapa luas kebunya 150 juta hektar skalanya perkebunan modern jadi pahamkan kenapa durian mereka begitu merajai durian dunia”
Durian Sungay Tarab adalah salah satu bukti dari ribuan jenis durian unggulan yang laik di kembangkan, mungkin di tangan Pak Panca Jarot Santoso, semoga durian ini bisa dikembangkan dan diberi label durian nasional hingga suatu saat nanti, durian kita mampu bersaing dengan durian dari negara Malaysia dan Thailand.
“Boleh saya minta daunya buat diperbanyak pak”
“silahkan pak” kata Rahman
