Di Jepara Ada Durian Seenak Musangking?

oleh Sigit Purwanto

Begitu dibuka, warna kuning terangnya sudah menebar pesona. Bentuknya acak acakan, sexy seperti rambut gadis sehabis mandi. Rasanya. Hmmm.. Durian seperti ini yang membuat saya nagih. Sangat lembut, manis dengan sensasi pahit arak yang berputar putar di lidah. Aduh saya di madu durian nenek Jepara.

Ujan tiba tiba aja melebat ketika kami menyusuri desa desa di kecamatan Batealit. Jalan licin sempit bercampur tanah merah membuat laju mobil oleng.

"Wis aku ae mas sing bawa kata isnul abdi. Saya pun menyerah merelakan kemudi oleh mas Isnul.

Jalan ini sudah sangat ia kuasai, setahun blusukan mencari durian unggulan membuatnya begitu hafal setiap kelok liar jalan desa.

"Sebenarnya sy menekuni dunia ini baru om. mulai dari iseng saya post durian bunga di group maniak duriandi facebook bulan oktober 2017, ternyata banyak komen positif tenteng durian Jepara. Kata Isnul

Hujan yang turun menambah asri setiap sudut desa, hawa sejuk bertabur aroma tanah sehabis hujan menabuh sendu. Dikiri kanan jalan rumah tua berbentuk joglo tak renta di sepa zaman. Corak ukiran berbasuh hujan menambah ritmis suasana. Ah saya butuh kehangatan..

"Kita ke durian buyut dulu mas"!!, kata Isnul sambil berlari kecil menembus hujan.. Di seberang seorang nenek renta menyambut kami dengan senyuman.

"Ini pemilik nya mas mbah buyut, pohonya itu di belakang rumah, dah mau habis buahnya". Kata isnul menunjuk pohon besar setinggi 30 meterran.

"Kulo sing tanam mas kata si Mbah, lali dulu ambil biji dari mana"!!. Hehe kata beliau terseyum dengan bibir manis berlabur dubang.

"Sik iki uangel bukanya" kata isnul. Durian buyut berkulit hijau segar dengan berat sekitar 3 kilo. Begitu di buka daging putih kapur montok. Jujur saya agak kecewa, daging putih susah di buat cerita, kurang menarik tapi tak apalah kalau di coba.

Dan teryata saya salah, duren buyut teksturenya padat dan kering namun sangat krimi. Ndak becek. Paitnya dominan dengan manis yang pas ndak keteteran. Rasanya paitnya ndak cuma ninggal di mulut tapi menjelajar menghangat tubuh. Kan jangan terpedaya warna, yang penting rasa Bung.

Bicara durian warna putih, Masih di desa Bateelit ada satu lagi durian wisnu warna sama Hijau, ukurannya lebih besar dagingnya lebih krimi dan becek. Rasanya tak kalah malah menurut saya lebih pait. Apalagi banyak biji kempetnya.. Beueeeh rasanya mak yus berasa sampai tulang belakang.

Dari balleiet pemburuan masih dilanjutkan ke kebun Pak Moko. Sepanjang jalan Puluhan glondong kayu bereret. Hilir mudik truk bermuatan furniture mentah menguatkan cerita kalau nafas kota Jepara hidup dari industri ini. Tapi lacur sebagai kota yang hidup dari industri kayu, mulus, jenjang kayu durian sering jadi incaran. Petani hanya pasrah tak peduli seenak apakah duriannya Karena kebutuhan ekonomi ratusan pohon durian berusia puluhan tahun di tebang. Isnulpun seperi berlari menahan gempuran chainsaw.

"Kemaren ada yang mau di tebang, buahnya bagus kuning, pohonya besar sekali sekali panen sekitar 600 sampe 1000 buah. Dijual cuma 4 juta.. Waduh saya bongkar tabungan pelan saya kasih tau petani dan pembelinya alhamdulillah terselamatkan. Kata isnul

Yang paling istimewa dari durian dari kebun pak Moko adalah durian Superking. Durian hijau dengan semburat kuning. Istimewanya mayoritas bijinya kempes. Rasanya seperti melumat masrmalloww. Krimi lengket membuncah di mulut. Lidah seperti dimainkan diam tenggelam.uenak.!!!!

Satu lagi durian bokor konon ini durian Petruk warna kulitnya hijau cerah bentuknya lonjong, mbelahnya susah sekali, ngajak ribut hampir 15 menit kami ngobok ngobok tapi tetap saja ndak kebuka. Setelah berganti parang baru durian seberat 2 kgan ini pasrah.

Dagingnya kuning cerah, merona seperti gadis dari Glodok. Rasanya krimi tanpa pait. Cuma menglitik lidah. Duriam ini cocok buat gadis gadis yang tak suka dengan pahitnya hidup, eh maksudnya paaitnya durian. Hehehehe.

Hari menjelang siang ketika kami pamit dari kebun pak Moko. Meski kagum dengan rasa durian yang sudah saya makan. Tapi saya belum bertemu Jodoh yang pas "gwe banget" ceuk urang Jakarta.

"Jangan takut mas saya punya satu amunisi lagi kata Mas isnul. Ini durian istimewa. Namanya durian Nenek. Awalny beli durian di tengkulak durian. si tengkulak bilang "kalau durian ini gak enak saya kembalikan uannya 2 kali lipat. lalu sy beli, ya memang benar, kata dia, durianya mantab bener . Kata Isnul

Rumah nenek di desa Bantrung kecamatan batealit seperti rumah di gambar gambar SD. Rumahnya kecil di depan rumahnya satu pohon beusar menjulang gagah. Ini pohomya mas. Sekali buah sekitar 200 buah. Kata mas isnul

Di depan pintu, seorang nenek tua bergigi gingsul terseyum menyambut kami,

"Monggo" katamya lirih.

Tanpa di komando Isnul langsung membelah durian

Begitu dibuka, warna kuning terangnya sudah menebar pesona. Bentuknya acak acakan, sexy seperti rambut gadis sehabis mandi. Rasanya. Hmmm.. Durian seperti ini yang membuat saya nagih. Sangat lembut, manis dengan sensasi pahit arak yang berputar putar di lidah. Duh aduh ini durian yang saya cari. Semua rasa durian yang pagi kami rasa lewat seperti mantan.

Ini enak kata pak Zoel Suparta seperti biasa meledak ledak. Rasanya mirip durian Masmuar Malaysia. kalau pak Zoel meledak ledak pak Sigit rahadi memuji setinggi langit, rasanya mirip KM plesetan dari Musangking durian paling tersohor di dunia durian.

Jepara ,Jepara kenapa tertidur terlalu lama. 32 tahun bukan jamanya petruk lagi, ini jaman Avanger, dah ah bangun ndak jamannya lagi ngomongin Petruk. Banyak amunisi yang bisa menggantikan petruk Jepara.

"Sik mas jangan pulang dulu, kita ngopi luwak dulu.kata isnul.

"Hmmm dikedai luwak milik pak Hendrik saya mengakhiri perburuan. Seduhan kopi luak pait menghangatkan perut. Barisan muka sumringah seperti tak putus memuji kualitas durian Jepara. Rasanya terlalu lama untuk menunggu setahun lagi untuk berburu lagi di kota Jepara.

Itu baru bagian kecil loh mas, saay sudah koleksi sekitar 50 pohon yang buah sekelas Durian nenek loh..

Waduh.. Kopi mana kopii..!!!!!