Berburu Durian Musangking di Jawa Tengah Part 1
oleh Sigit Purwanto

Tarmadi 67 tahun, langkahnya pelan penuh wibawa kemenangan. 5 tahun yang lalu, dianggap "gila" karena menebang pohon durian lokal dan mengokulasi dengan durian musangking menguap sudah. Kini Dari kebunnya aroma durian musangking menyeruak.Harumnya tercium hingga ratusan kilomoter menggemparkan jagad durian indonesia. Semua orang orang "sedeng" durian, kesetanan, tak peduli jarak ratusan kilometer demi mencicipi musang king mereka merayap mengedus mencari kebunnya.
Bila saya bertemu beliau 5 tahun lalu mungkin saya juga akan berpikiran sama, maaf "Embah niki edan". disaat orang semur dia sedang mengeluh nyeri persedian, Tarmadi malah asik memajat durian setinggi 20 meter mengokulasi pohonnya bahkan demi si musang dia harus kehilangan hasil kebunya selama 5 tahun. Namun Simbah bukan orang "Gila" biasa , semua penuh perhitungan hasil dari kematangan berpikir.
Pohon Musangking Tertinggi di Dunia
Hari sudah menjelang malam ketika saya meninggal Jakarta, tujuan saya pulang kampung sekalian mlipir mencari durian musangking. Dari awal saya sudah sadar ini tak akan mudah bisa mencicipi musangking, persaingan bakal ketat, ndak cuma saya pasti ada ratusan orang yang pengin mencicip durian ini. Sedikit reset dari hasil kasak kusuk di Medsos saya dapet informasi sedikit titik lokasi lokasi durian musangking dikembangkan. Tujuan saya Kemrajen Banyumas dan brongkol Ambarawa.
Kemrajen menjadi titik awal perburuan saya, selain lokasinya tak jauh dari rumah orang tua, di Kemrajen, kalau saya gagal menikmati musangking masih ada durian Kromo dan Kani yang konon eunak eunak juga.
Kemrajen tempatnya elok, desa-desanya cukup makmur, mungkin hanya disini pohon durian menjadi penghias halaman rumah dan berbuah. Rumah Siamin tak jauh dari jalan desa, melewati lorong kecil yang asri dihiasi beragam bibit tanaman. beragam kue khas lebaran masih memadati meja, disampingnya 2 buah durian sangat besar bentuknya seperti kodok raksasa.
Siamin saya kenal dari jaring duniamaya, 2 hari sebelumnya lewat pesan WA saya minta ijin untuk singgah dan minta diajak muter muter di desanya.
Selang 1 menit langsung di bales

"Siap mas" kata Siamin tanpa ragu.
"Kita muter-muter apa yuh" kata Siamin ketika saya sudah cangkruan dirumahnya sekitar 10 menitan. Sebenaranya saya sangat tidak enak merepotkan.10 menit dirumahnya, saya tahu betapa sibuknya orang satu ini, hpnya tak berhenti berdering menanyakan buah durian, di hp satunya lagi ia sibuk mentransfer uang dan yang bikin ndak enak lagi setiap hari rumahnya tak pernah sepi dikunjungi tamu penggila durian. "lah nek aku culik seharian lah piye"
"Wis ora papa hayuk mangkat" katanya..
Benar saja, seharian penuh saya diajak muter muter blusakan dari menemani kulakan durian, bertemu dengan Pemilik pohon induk durian Kromo, menilik kebun yang dirawat dan tempat pembenihah dan tentu menikmati legitnya durian Kani.
"Itu pohonnya mas" kata siamin
"Pohon musangking? yang mana?" Kata saya.
"Yang besar itu"
"Busyet..besar sekali"
"Itu yang sana juga" kata Siamin sambil menunjuk beberapa pohon durian yang tak kalah besar dan tinggi.
Weleh iki yo "sedeng" pohon musangkingnya sangat besar dan tingginya saya perkirakan lebih dari 30 meter
"Ini di tanam tahun berapa mas" kata saya terbengong-bengong.
"Bukan, itu hasil topworking" katanya terseyum melihat kebodohan saya
" Itu pemiliknya,pak Salim.
"Wah kebetulan banget rika lewat" kata pak siamin.
Pak Salim langkahnya ringan senyumnya lebar seperti tanpa beban.
"Sudah ndak ada mas, habis, kmaren panen pertama sekitar 40 buah.
Salim adalah pelopor dan senior dalam dunia perdurenan di daerah Kemrajen. Kira-kira 3 tahun lalu, Bibit durian Musangking ia peroleh dari koleganya di Jakarta .
" Saya beli bibitnya 400.000, terus saya Topworking ke beberapa pohon durian, kalau sekarang sekitar 20an sudah saya TW, nanti kalau panas lagi, banyak yang berbunga lagi" kata Salim
"Saya sengaja tanam paling tinggi biar Kemrajen menjadi terdepan, tertinggi di jagad durian".

"Durian musangking rasanya gimana sih pak" kata saya.
"Gimana ya mas, dagingnya lembut pokoknya kalau dah makan durian ini durian laine engak ada rasa..
Bersambung.....part ll
