Berburu Durian Musangking di Jawa Tengah (Part III)
oleh Sigit Purwanto
Musangking Brongkol yang Menggemparkan.
Aswin masih seperti dulu, awet nom kata orang jawa, mukanya tak berubah hanya jenggot dan kumis tipis yang bertambah. sedangkan Faisal, ha.ha.ha. semua berubah, sudah sulit saya mengingenali.
Tanpa babibuba, salaman sebentar kami langsung menuju lokasi. dari pasar Siderojo mobil dipacu keatas. lereng Kelir benar benar lebat saya hampir tak percaya sehabis melintasi "rukudnya" pepohonan ada perkampungan di ngarai ngarainya.
Dari rumah ketua petani durian Brongkol, kami langsung ke lokasi kebun. Lokasinya teryata dipinggir jalan desa yan tadi kami lewati. Inilah Tarmadi petani sepuh yang menggemparkan, dari lahanya ini wangi durian berasal. Saya hampir tak percaya petaninya sudah sangat sepuh tapi masih sanggup naik motor dan manjat durian besar dengan diameter 2 dekap orang dewasa dan tinggi lebih dari 20 meter.
Dilahannya saya lihat 4 pohon musangking sedang berbuah. 3 pohon dipinggir jalan satunya ditengah lahan. Tahun ini, 4 pohon berbuah kurang lebih 300 butir.
Semua berawal tahun 2012 dari majalah trubus, beliau dapet informasi.ski mahal
Durian musangking sangat di minati di malaysia singapur dan hongkong. tertarik akan kehebatan si Musang beliaupun akhirnya mencari bibitnya. Dari sebuah toko bibit di Ambarawa akhirnya beliau membeli 2 batang bibit musangking seharga 400 ribu.
Bibitnya ia potong-potong dan disambung dengan Cara top working dan sambung sisip di pohon durian miliknya. 42 buah sambungan berhasil tumbuh dan akhirnya 4 tahun kemudian mulai berbuah.
"Dianggap gila dan 4 tahun kebun tidak menghasilkan, ya tenang tenang saja" kata Simbah santai..
"Real Musangking" kata Faisal begitu mencicipi durian berwarna kuning mengkilat, daging kering berkerut.
"Dari bentuk buahnya sudah kelihatan, yang enggak bisa bohong warna daging, rasanya ajib krimi" kata Faisal menambahkan. Aswin tak mau kalah, dia makan durian Musangking pelan, sesekali melihat daging buahnya.
"Kerutan istimewa warna istimewa
Daging Lembut khas musangking tanpa serat.
Saya pun takjub dengan rasa si musang selain krimi dari satu garis buah ada dua rasa yang menurut saya berbeda dari 3 ponge saya makan, 2 ponge dagingnya cukup tebal, daging kering dan krimi.1 ponge lagi yang kecil bentuknya lancip ini yang membuat saya bergelinjang, nikmat sekali ada sensasi aneh yang tak pernah saya rasakan ketika menikmati buah durian, susah di dijabarkan, rasa sama seperti saya menikmati kopi luak tapi jauh lebih enak..pelan lembut mak griming terus menghilang.
Mbah Tarmadi mengaku merawat pohon duriannya dengan pupuk organik dari kohe puyuh dan sapi, harganya cukup lumayan 120 ribu rupiah perkg.
"Sangat mudah masarinnya, ada buah ,saya tlp langsung pembeli datang" kata beliau.
Kini ada sekitar 1000 ribu durian lokal berganti baju Musangking, meski begitu tak semua durian lokal di potong, durian unggulan lokal masih dipertahankan.
"Kita masih tebang pilih mas" kata Juwardi ketua ikatan petani durian.
"Kita pilih duriannya yang kurang bagus atau belum berbuah kita potong. Bertahap nanti kita kembangkan musangking dan duri hitam"
1000 pohon musangking wow, Misalnnya dibikin rata-rata 50 buah saja per pohon di kali 1000 indukan, hasilnya 50.000 buah permusim. Hanya dijual 50.000 aja perbuah bisa menghasilkan 2.5 Milyar...eudan bisa banjir uang nih Brongkol eh salah banjir duren musangking maksud saya he22..
itu baru satu kelompok denger denger ada 5 kelompok lain yang mengembangan musangking,
..ckckxkckck..coba aja itung sendiri bisa jebol kalkulator anda..ha222
Sudah lah ndak usah pusing pusing itung, Yang penting seneng tak terkira, jauh jauh ngebolang, akhirnya bisa juga menikmati musangking. Selamat dan bangga buat petani Brongkol yang sukses mengembangkan Musangking di tanah Jawa.
Yeah.. akhirnya musangking dan durian unggulan lokal bisa berdampingan dengan damai.
