Berburu Durian di Sumatera Barat Bag 1
Sumatera Barat · oleh Sigit Purwanto
Satu tempat yang tak pernah bosan di kunjungi bagi saya adalah sumatera barat. Alamm yang indah dan kuliner yang sangat lezat membuat saya tak pernah menolak untuk berkunjung mesti sudah berkunjung berulang kali

Selain itu, Ada satu hal lagi yang membuat saya penasaran untuk berkunjung kembali ke Sumatera Barat. konon katanya disana, selain musim hujan dan kemarau, ada satu musim lagi yang selalu dinanti masyrakat disana. Bahkan setiap malam, untuk menyambut musim ini mereka rela meninggalkan kenyamana rumah dan tidur di kebun mereka. Musim ini biasanya datang di bulan November hingaa Februari, ya di 4 bulan itu, alam Sumatera Barat memberi anugrah musim terindah bagi masyrakat minang. Musim itu adalah musim durian.
Jam 14.00, pesawat citylink yang terbang dari bandara halim mendarat mulus di kota padang. Tujuan saya jelas ingin merasakan meriahnya musim durian Di Sumatera Barat.
Tanpa basa basi sesampainya di kota Padang saya langsung berburu durian, tujuan pertama kali adalah jalan Gantiang, pusat pasar durian di kota Padang.
Tak sampai 30 menit saya sudah sampai ditujuan, betul juga, ditempat ini puluhan pedagang memenuhi trotoaran jalan. Ratusan durian dengan berbagai ukuran menggunung di bawah tenda para pedagang, menarik mata setiap pengguna jalan yang lewat.
Sebenarnya sebelum berangkat saya was – was kalau musim durian telah usai maklum hari ini sudah memasuki pertengahan bulan februari namun dengan melihat tumpukan durian yang menggunung pelan pelan kekewatiran saya hilang.
Saya pun memesan durian di warung paling pojok, pertimbangannya sih karena durian yang dijual lebih banyak dibanding pedagang durian lain dan berharap mendapat durian yang bagus dengan harga murah.
Namun harapan mendapatkan durian murah langsung runtuh ketika pedagang menawarkan durian dengan berat 2 kiloan dengan harga 60 ribu perbuah, woow mahal sekali, seharusnya di musim seperti ini saya bisa mendapat durian murah seharga 20 untuk ukuran seperti itu.
Setelah tawar menawar akhirnya saya pasrah kalah, durian saya beli dengan harga 45.000 rupiah. Setelah mencicipi 2 butir durian, kekecewaan bertambah entah kenapa durian kami makan sama seperti durian yang saya makan di jakarta tak ada aroma, tak ada rasa pulen hanya manis tanpa sentuhan pahit yang membuat syaraf syaraf tumbuh saya bergelinjang menikmati enaknya si raja buah. Kecewa, saya yang tadinya berencana membeli 3 buah akhirnyaa cukup membeli satu. Namun sebelum pamit saya sudah mengorek informasi bahwa, daerah yang masih panen adalah di sekitar danau maninjau.
