Berburu Durian di Kota Ambon
25 Agustus 2017 · oleh Sigit Purwanto

setelah 5 tahun tidak mengujungi Ambon. Akhir maret 2017 saya kembali ke kota yang memiliki pantai-pantai indah mempesona. Duh Ambon memang manise
Kini, kota Ambon benar benar berbenah. Ah.. mungkin “berubah” kata yang tepat. Jembatan Merah Putih sudah gagah berdiri, Mall-mallpun sudah bertebaran menghimpit kota bersejarah ini.

Bila singgah di kota ini, saya selalu terlena oleh keindahan pantai-pantai di kota Ambon. Pasirnya putih bersih dibingkai air laut yang kebiruan. Ikan-ikan meruyak, saking banyaknya anda tak perlu umpan untuk memancing, kail saja cukup.


Datang di bulan maret sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk berburu durian di Ambon. Hujan lebat yang masih memborbardir membuat durian di sekitar pulau Ambon engan berbuah. tapi tak perlu takut, durian selalu ada di kota ini. iya dikota Ambon tak hanya durian dari pulau Ambon yang di jual, Ibukota Provinsi Maluku ini juga menampuk durian dari pulau pulau di sekitar pulau Ambon. Sore hingaa malam hari adalah waktu yang tepat untuk berburu durian yang pedagang di sepanjang jalan dekat dengan pelabuhan kota Ambon

Sambil menunggu, petualangan anda bisa dibuka disini. Iya. saya memilih Sibu Sibu kafe untuk membuka hari saya dikota Ambon. Sajian menu khas sederhana kopi Rorobang atau kopi susu jahe dan taburan kenari sungguh nikmat apalagi ditambah pisang goreng dan cocolan sambel merah.hmmm sungguh mencerahkan hari anda.
Sibu sibu kafe tak hanya menawarkan makanan tradisonal khas Maluku. Anda juga disuguhi pemandangan Interior kafe yang unik mirip hall of fame, puluhan foto tokoh – tokoh besar berdarah Maluku, baik di dalam negeri atau luar negeri di pajang disini.
Menjelang malam, inilah saat yang tepat untuk berburu durian. Malam itu tak banyak lapak yang berjualan. Namun tak saya duga, di sebuah lapak saya menemukan durian cukup unik. Bentuknya lonjong tak beraturan seperti labu batternut. Kulitnya hijau cerah. Sebagaian masih tertata rapi di kotak segi empat mirip tas jinjing dari bambu.


Sayang, durian yamg katanya berasal dari daerah Masohi pulau Seram ini harganya cukup mahal Rp 90.000 rupiah perbuah. Yah beginilah bila off season, sudah sampe diujung timurpun harga durian masih aja mahal. Warna Daging durian Masohi Istimewa kuning cerah mirip durian-durian intruduksi dari Malaysia.


Daging Lembut ,Rasa manis dan s pahit yang balance sungguh mengingatkan saya dengan durian Masmuar atau D168 dari Malaysia. Hmmm…Kalau tak ingat kewajiban membeli oleh-oleh sudah saya habiskan sisa uang di dompet intuk memborong durian seng ada lawan ini.
Hari beranjak malam, angin sepoy dari pelabuhan meniup lembut. Esok Saatnya saya beranjak dari kota ambon. Pulau Ambon dan Seram menorehkan petualangan seru yang tak akan saya lupakan. indah dan menyenangan untuk dikenang namun tetap saja disetiap perjalanan hal yang terindah adalah pulang kerumah.
Agustus 25, 2017
