Berburu Durian di Bogor

oleh Sigit Purwanto

Jika anda berpikir di Bogor hanya ada warso farm yang memberi sensasi makan durian fresh dari kebun, anda harus meriset radar berburu anda. Berpalinglah ke bogor barat, disana masih banyak pohon durian yang berdiri kokoh menjulang, nikmati segar dan gurihnya durian fresh yang baru dipetik bahkan jika anda punya waktu lebih, bergeserlah lebih ke barat, anda bisa mencicipi legitnya durian premium di sebuah perkebunan yang sedang berkembang.

Puji purnama sumringah, puluhan durian kini sudah hampir memenuhi bagasi mobilnya.

"Alhmadulilah, lumayan banyak bisa dibagi-bagi tetangga, kerabat dan saudara, ini hasil durian gadai, sayang saya takutnya pada ditebang diambil kayu, yah itung itung pelestarian" kata beliau terseyum.

Puji Purnama bukanlah tokek atau juragan durian, profesinya pun jauh melenceng dari bau durian. Food stylish saya sih menyebutnya tukang sulap makanan. Pernah lihat iklan mie instan, makanan remeh temeh itu terlihat sangat menggiurkan di layar televisi, beliau inilah yang bertanggung jawab mendisain sedemikian rupa mie istan biar terlihat ciamik dikamera, mungkin bahasa gampangnya tukang makeup makanan.

meski jauh dari dunia durian namun jika ditelisik namanya cukup beken di jagad durian nusantara, pernah dengar komunitas durian mania, sebuah komonitas besar yang membundel ribuan orang orang sedeng penggila durian di indonesia.. beliulah pencetusnya

Kecintaan beliau pada durian itu pula ia yang membuatnya sering terdampar di desa cengal kecamatan luewiliang, bogor. sebuah desa sentra durian di utara kota bogor. bahkan saking cintanya pada durian dia rela menjual sawahnya di daeeah puncak demi sepetak lahan di luewiliang yang ditumbuhi puluhan pohon durian

Bila anda ke dusun cengal, saya pastikan anda akan terjerabab oleh pesona alamnya, dusunnya berbukit dengan ngarainya penuh dengan pohon durian dan manggis. Cengal selaksa peraduan raja dan ratu buah. jalannya seperti permadani sempit berkelok menambah sahdu desa pelaminan raja dan ratu buah ini.

"Coba durian itu"!! kata mas puji sambil menunjukan sebuah pohon durian setinggi lebih 30 m.

"Durian apa ini?" kata saya

"Aaah durian apa yah, durian kuncen aja kaya yang punyanya"..katanya sambil terseyum.

Dusun cengal benar benar memelihara kualitas dan rasa, di dusun ini duriannya tak pernah dipetik berapapun tingginya pohon itu, agar gak jatuh ke tanah durian yang siap matang sudah diikat.

Durian kuncen memang aduhai ladiznya, Aroma wangi, dagingnya kuning tebal, textur lembut dengan rasa pahit cukup pekat, so metalic ceuk orang barat mah kalau anda suka durian dengan pahit yang strong saya rekomendid durian ini. Lidahnya saya pun sampai terbata bata mengimbangi nikmatnya daging duren yang tebal dan lembut dengan sundulan full pait..teng ..teng aahhh...

Puas menyambangi durian Kuncen, saat bergeser lebih ke utara tepatnya di kecamatan Rumpin, saya sempat berapa kali berkunjung ke perkebunan ini, pemiliknya Josia lazuardi, mesti terlihat sangar tapi sebenarnya sangat ramah. kebun duriannya premium kualitas nomer wahid hasil intruduksi dari malaysia dan thailand.

Sesampainya dikebun, sebelum mencicipi durian, sebagai pencuci mulut anda bisa menikmati segernya madu yang dicocrot langsung di sarangnya, madu Klanceng rasanya beeih... entah dari bartender mana lebah ini belajar meramu, tak ada madu seenak ini, madu seperti diracik dengan lemon dalam tungku tungku kecil..rasaanyaaa..seugerrr kecut manis seperti ada perasan lemonya.

Sambil berkeliling kebun anda bisa belajar bagaimana berkebun durian. apa saja dari bibitnya perawatanya hingga cara membuahkan buah yang terkenal super bawel dan manja ini.dikebun ini saya jamin anda betah berlama lama, Kebunnya asik, bentuknya terasiring dengan muara danau alami. Di tengahnya ada saung kecil tempat berteduh dan menara pandang menikmati buah durian yang ranum.

bila anda beruntung, bila pas ada yang jatuh, anda bisa menikmati durian premium seperti musangking, canne, masmuar bahkan oche.

" Ini dia" kata Josia sambil menentang sekeranjang durian masmuar dan cane..Sebenarnya sih pengin mencoba keduanya, sayang Cane Sudah keburu dipesan oleh tamunya dari kota bandung.

Masmuar dari kebun rumpin benar benar menunjukan kualitasnya sebagai salah satu durian nomer wahid, baunya harum dengan daging kuning merona seperti semburat senja. Rasanya ...hmmmmm...ini durian terenak yang pernah saya nikmati. Dagingnya sangat lembut tak berserat dengan paduan simfoni manis dan pahit yang pas. Hmmm senangnya tak perlu jauh jauh ke malaysia buat nikmati durian ini, cukup disini, di Bogor saja.